REPORTASEBEKASI.ID, BEKASI — Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) SMA Galatia yang berlangsung pada Jumat–Sabtu, 21–22 Agustus 2026, bukan sekadar kegiatan bermalam bersama di lingkungan sekolah. Melalui rangkaian aktivitas kepramukaan, para peserta didik diajak mengalami secara langsung proses pembentukan karakter, kemandirian, kerja sama, integritas, ketangguhan, serta nilai-nilai kebangsaan.

Apel Pembukaan Kegiatan Perjusa SMA Galatia Bekasi (Jumat, 21/08/2026)
Mengusung semangat “Setia dalam Perkara Kecil, Tangguh di Setiap Tantangan”, Perjusa dirancang sebagai ruang pembelajaran yang memadukan pembinaan, keterampilan kepramukaan, aktivitas kelompok, kreativitas, kedisiplinan, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan. Setiap kegiatan memberikan pengalaman yang mendorong siswa tidak hanya memahami nilai-nilai secara teori, tetapi mempraktikkannya dalam kehidupan nyata.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat sore melalui apel pembukaan pukul 15.00–15.45, kemudian dilanjutkan dengan materi dari para pembina. Sesi pembinaan tersebut menjadi bekal bagi peserta sebelum memasuki berbagai aktivitas yang menuntut keterlibatan aktif, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Setelah pembinaan, peserta mengikuti kegiatan memasak dan makan malam bersama. Aktivitas sederhana ini menjadi bagian penting dari pendidikan karakter karena siswa belajar mengambil peran, membagi tugas, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap kebutuhan kelompok. Kebersamaan yang dibangun melalui aktivitas tersebut sekaligus melatih kepedulian dan kemampuan untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mandi dan bersih-bersih, sebelum peserta mendapatkan pembinaan mengenai ketangguhan dan kemandirian dalam membentuk iman, serta penanaman nilai integritas dan kejujuran. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka di SMA Galatia tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan pada pembentukan pribadi yang memiliki karakter dan prinsip dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki malam hari, suasana Perjusa semakin semarak melalui kegiatan api unggun dan pentas seni. Setelah menikmati cemilan dan waktu istirahat, peserta berkumpul dalam suasana kebersamaan. Api unggun menjadi simbol persaudaraan dan kehangatan kelompok, sementara pentas seni memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas, keberanian, dan rasa percaya diri.

Kegiatan Api Unggun
Kegiatan malam kemudian dilanjutkan dengan pos-posan. Dalam aktivitas ini, peserta menghadapi berbagai tantangan secara berkelompok. Mereka dituntut menyusun strategi, berkomunikasi, menghargai peran anggota lain, mengambil keputusan, serta mencari solusi bersama. Pengalaman tersebut membuat nilai persatuan dan gotong royong tidak berhenti sebagai konsep yang dipelajari di kelas, tetapi benar-benar dialami oleh peserta.
Memasuki Sabtu pagi, peserta mengawali aktivitas dengan persiapan, senam, dan makan pagi. Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba serta aksi bersih-bersih. Rangkaian tersebut memperlihatkan keseimbangan antara aktivitas fisik, kompetisi yang sehat, kebersamaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dalam perspektif Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Perjusa memberikan pengalaman belajar yang bermakna karena peserta tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi mengalami langsung proses belajar melalui aktivitas nyata. Mereka belajar bekerja sama, menghadapi tantangan, mengambil keputusan, mempraktikkan disiplin, mengembangkan kreativitas, serta melakukan refleksi terhadap sikap dan tindakan selama kegiatan.
Nilai-nilai kebangsaan juga tumbuh melalui pengalaman tersebut. Ketika siswa belajar menghargai perbedaan peran, mengutamakan kepentingan bersama, bekerja sama, menjaga lingkungan, serta menyelesaikan tantangan secara kolektif, mereka sedang mempraktikkan nilai persatuan, gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Pada penutupan kegiatan, Kepala Sekolah SMA Galatia Vera Eunike, S.E., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan seluruh peserta mengikuti rangkaian Perjusa hingga selesai. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman penting bagi siswa untuk berani keluar dari zona nyaman.

Foto bersama selesai Apel penutupan Perjusa SMA Galatia (Sabtu, 22/08/2026)
“Dari kegiatan Perjusa ini, saya bangga karena semua peserta berhasil keluar dari zona nyamannya. Sesuai dengan tema, ‘Setia dalam Perkara Kecil, Tangguh di Setiap Tantangan’, kiranya pengalaman selama kegiatan ini menjadi kesan yang mendalam bagi kita semua,” ujar Kepala Sekolah dalam sambutannya.
Kepala Sekolah juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan izin kepada putra-putrinya untuk mengikuti kegiatan dan menginap di sekolah. Dukungan orang tua dinilai menjadi bagian penting sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Terima kasih kepada orang tua yang telah mengizinkan anak-anak untuk menginap di sekolah dan mengikuti kegiatan ini,” lanjutnya.
Ia kemudian mengajak seluruh peserta mensyukuri kelancaran Perjusa yang telah berlangsung selama dua hari. “Dengan mengucap syukur kepada Tuhan atas kelancaran kegiatan ini, maka kegiatan ini resmi ditutup,” pungkasnya.
Perjusa SMA Galatia pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda kepramukaan. Kegiatan ini menjadi ruang pendidikan yang mempertemukan pengetahuan, pengalaman, karakter, iman, kreativitas, dan nilai kebangsaan. Dari pengalaman memasak bersama hingga menghadapi tantangan pos-posan, dari api unggun hingga kegiatan bersih-bersih, siswa belajar bahwa ketangguhan dibangun melalui kesetiaan dalam perkara-perkara kecil.
Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti ketika perkemahan berakhir. Nilai kemandirian, kejujuran, integritas, kerja sama, tanggung jawab, kepedulian, serta keberanian keluar dari zona nyaman diharapkan terbawa ke dalam kehidupan sekolah, keluarga, gereja, masyarakat, dan bangsa. Dengan demikian, Perjusa menjadi salah satu bentuk pembelajaran nyata yang meneguhkan karakter sekaligus mempersiapkan generasi muda SMA Galatia menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas. (RSO)
