REPORTASEBEKASI.ID, BEKASI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pelangi Kasih Tunanetra bersama Perkumpulan Anugerah Amal Kasih (A2K) menggelar ibadah syukur dan kegiatan kebersamaan pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di GBI Taman Aster, Bulevar Hijau, Kota Harapan Indah, Bekasi, tersebut menjadi momentum untuk menguatkan semangat kemerdekaan sekaligus memberikan ruang bagi penyandang tunanetra untuk mengembangkan potensi dan kreativitas yang dimiliki.

Ibadah syukur tersebut mengangkat nats Galatia 5:1, yang menegaskan panggilan untuk hidup dalam kemerdekaan. Pesan tersebut menjadi relevan dalam konteks kehidupan penyandang disabilitas karena kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan secara historis, tetapi juga sebagai kesempatan setiap warga negara untuk memperoleh ruang yang setara dalam mengembangkan kapasitas, berkarya, dan mengambil bagian dalam kehidupan sosial.
Firman Tuhan disampaikan oleh Capt. Dr. Krest Mamondole, M.Mar., M.Th. Dalam refleksinya, kemerdekaan dipandang sebagai anugerah yang perlu dihidupi secara bertanggung jawab. Karena itu, semangat kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi perlu diwujudkan melalui kehidupan yang memiliki keberanian, kreativitas, kemandirian, serta kepedulian terhadap sesama.

Selain ibadah syukur, panitia menyelenggarakan sejumlah perlombaan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta menunjukkan kemampuan mereka. Perlombaan tersebut meliputi hafalan teks Pancasila, lomba menyanyikan lagu wajib nasional, serta lomba hafalan teks Pancasila yang secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana rekreasi, interaksi sosial, dan pengembangan kepercayaan diri bagi peserta tunanetra.
Menurut Gembala GBI Taman Aster, Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th., kegiatan yang diselenggarakan bersama A2K tersebut diharapkan dapat menjadi ruang yang memungkinkan penyandang tunanetra terus berkembang. Menurutnya, keterbatasan penglihatan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan yang dimilikinya.
“Melalui acara ini, kita ingin supaya teman-teman tunanetra dapat terus berkembang melalui kreativitas dan kemampuan atau skill yang mereka miliki,” ujar Pdt. Dr. Paul F. Gulo.
Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap penyandang tunanetra perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada aspek spiritual dan hiburan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial dan penghargaan terhadap keberadaan serta potensi penyandang disabilitas sebagai bagian dari masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara memberikan hadiah kepada para pemenang lomba. Selain itu, Pelangi Kasih Tunanetra dan A2K bersama GBI Taman Aster juga membagikan bingkisan sembako kepada para peserta. Pemberian tersebut menjadi simbol kepedulian dan solidaritas, sekaligus menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan berbagi dan memperkuat kehidupan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Kegiatan ibadah syukur HUT ke-81 RI tersebut pada akhirnya tidak sekadar menjadi agenda perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan dan penguatan solidaritas sosial. Melalui perpaduan ibadah, perlombaan, penghargaan, dan pemberian bantuan sembako, Pelangi Kasih Tunanetra, A2K, dan GBI Taman Aster menegaskan bahwa semangat kemerdekaan perlu dirasakan oleh semua orang tanpa terkecuali. Kemerdekaan menjadi semakin bermakna ketika setiap individu memperoleh kesempatan untuk bertumbuh, berkarya, dan memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. (RSO)
