PANGGILAN GEMBALA, RELA BERKORBAN BAGI DOMBA-DOMBA YANG DIPERCAYAKAN

PANGGILAN GEMBALA, RELA BERKORBAN BAGI DOMBA-DOMBA YANG DIPERCAYAKAN

Nats Utama Yohanes 10:11-18
(Yehezkiel 34:1-16, 23-24 ;  Kisah Para Rasul 20:17-38 dan 1 Petrus 5:1-4).

“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”
Yohanes 10:11 (TB)

Ketika Tuhan mempercayakan kepada kita tanggung jawab menggembalakan jemaat, kita patut bersyukur. Kepercayaan itu mengikat kita kepada cara Kristus memperlakukan umat-Nya. Ketika domba terancam, orang upahan melarikan diri karena ia tidak peduli kepada mereka.

Yesus mengenal domba-domba-Nya dan menyerahkan nyawa bagi mereka. Di situlah kita melihat seberapa jauh kasih Sang Gembala bersedia menanggung harga.

1. Dasar teologis

Yesus menyerahkan nyawa dan mengambilnya kembali.
Dalam Yehezkiel 34, Tuhan menegur para gembala Israel yang mengurus kepentingan sendiri sambil mengabaikan yang lemah, sakit, terluka, dan tersesat. Tuhan berjanji akan mencari dan merawat domba-domba-Nya sendiri (ay. 11-16). Ia juga berjanji mengangkat satu gembala, yaitu hamba-Nya Daud (ay. 23-24).

Latar ini menolong kita membaca Yohanes 10. Ketika Yesus menyatakan diri sebagai Gembala yang Baik, kita melihat dalam diri-Nya pemeliharaan Allah bagi umat-Nya dan pengharapan akan seorang gembala dari garis Daud.

Ungkapan Yunani
Arti dalam konteks Yohanes 10
ὁ ποιμὴν ὁ καλός (ho poimēn ho kalos, ay. 11)

Gembala yang baik. Kebaikan Yesus terlihat dalam tindakan-Nya. Ia mengenal kawanan-Nya dan memberikan nyawa bagi mereka.
τὴν ψυχὴν αὐτοῦ τίθησιν (tēn psychēn autou tithēsin, ay. 11)
Ia menyerahkan nyawa-Nya. Kata psychē di sini menunjuk pada nyawa atau kehidupan. Ayat 17-18 menghubungkan penyerahan nyawa itu dengan tindakan mengambilnya kembali.
ὑπὲρ τῶν προβάτων (hyper tōn probatōn, ay. 11)

Bagi domba-domba. Frasa ini menunjukkan siapa yang menerima manfaat dari kematian-Nya. Dalam ayat 27-28, Yesus juga menyatakan bahwa Ia memberi mereka hidup yang kekal.
Teks Yunani mengikuti edisi SBLGNT adalah singkatan dari Society of Biblical Literature Greek New Testament, yaitu edisi teks Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang diterbitkan oleh Society of Biblical Literature bersama Logos Bible Software. .Arti Indonesia dalam tabel mengikuti konteks masing-masing frasa.

Society of Biblical Literature +1
Pengorbanan Kristus adalah dasar keselamatan sekaligus teladan penggembalaan. Dalam Yohanes 10:17-18, Yesus menyerahkan nyawa-Nya atas kehendak-Nya sendiri, dalam ketaatan kepada Bapa, dan berkuasa mengambilnya kembali.

Gembala jemaat melayani orang-orang yang telah Kristus kasihi dengan menyerahkan waktu, kenyamanan, dan kepentingan pribadi demi kebaikan mereka. Tuhan yang memanggil kita untuk merawat kawanan adalah Tuhan yang berkuasa memberi mereka hidup.

2. Empat tantangan yang menguji penggembalaan.

A. Tantangan dari diri sendiri

Perhatikan hidup dan ajaranmu
(Kisah Para Rasul 20:17, 28 dan 1 Timotius 4:16). προσέχετε ἑαυτοῖς (prosechete heautois) berarti perhatikanlah dirimu sendiri.

Dalam Kisah Para Rasul 20:28, perintah ini berbentuk jamak dan disampaikan kepada para penatua Efesus. Perintah yang sama mencakup diri mereka dan seluruh kawanan. Roh Kudus memberi mereka tanggung jawab untuk menggembalakan, dan tanggung jawab itu mencakup kesediaan untuk memeriksa hidup sendiri.

Bentuk jamak itu juga memberi dasar bagi penerapan bersama. Para pemimpin perlu saling memperhatikan dan bersedia saling menegur.
“Μετὰ δὲ τὸ παύσασθαι τὸν θόρυβον…”
Harga yang dibayar adalah kerelaan melepaskan gengsi. Seorang gembala bisa menyampaikan ajaran yang benar sambil menyimpan kemarahan yang melukai orang di sekitarnya.

Ketika itu terjadi, langkah penggembalaan yang paling mendesak mungkin adalah mengakui kesalahan, meminta maaf kepada orang yang terluka, dan memberi seorang rekan kesempatan untuk mendampingi perubahan kita.

Apa yang saya ajarkan kepada jemaat dan sekarang perlu saya taati sendiri?

B. Tantangan keluarga

Kepemimpinan diuji melalui cara kita merawat (1 Timotius 3:4-5).

Ayat 4 memakai προϊστάμενον (proistamenon) untuk menggambarkan seorang pemimpin yang mengurus rumah tangganya dengan baik. Ayat 5 memakai ἐπιμελήσεται (epimelēsetai), akan merawat atau mengurus, ketika berbicara tentang jemaat Allah. Pertanyaan Paulus menghubungkan keduanya. Bagaimana seseorang akan merawat jemaat Allah bila ia belum belajar mengurus rumah tangganya sendiri? Dalam alur teks, kehidupan rumah tangga memberi kesaksian tentang cara seorang pemimpin menggunakan tanggung jawabnya.

Harga yang dibayar adalah waktu dan perhatian yang dapat diandalkan. Ketika pelayanan mendesak mengubah janji keluarga, bicarakan dengan hormat dan tepati waktu penggantinya. Jika keadaan itu terus berulang, latih dan percayakan sebagian tugas kepada tim. Keluarga merasakan kualitas kepemimpinan kita melalui cara kita mendengar, menepati janji, dan merespons mereka saat lelah.
Bila keluarga saya menilai cara saya memimpin dari pengalaman mereka sehari-hari, bagian mana yang akan mereka minta saya perbaiki?

C. Tantangan dari jemaat

Rawat kawanan dengan rela dan jadilah teladan (1 Petrus 5:1–4 dan 1 Tesalonika 5:14)
ποιμάνατε (poimanate) adalah perintah gembalakanlah.

Petrus menyebut jemaat ποίμνιον τοῦ θεοῦ (poimnion tou theou), kawanan Allah. Kepemilikan itu menentukan cara penatua memimpin. Petrus meminta mereka melayani ἑκουσίως (hekousiōs), dengan sukarela, dan menjadi τύποι (typoi), teladan bagi kawanan.

Mereka menggunakan wewenang yang dipercayakan kepada mereka di bawah tanggung jawab kepada Kristus, Sang Gembala Agung.
Harga yang dibayar adalah kesabaran untuk mengenali kebutuhan orang dan keberanian untuk menanggapinya. Dalam 1 Tesalonika 5:14, nasihat kepada komunitas jemaat membedakan beberapa respons.

Orang yang hidup tidak tertib perlu ditegur, yang tawar hati perlu dikuatkan, dan yang lemah perlu ditopang. Ketiganya membutuhkan kesabaran. Saat seseorang melakukan kesalahan yang melukai sesama, teladan gembala terlihat dalam ketegasannya menindaklanjuti perilaku itu dan kesungguhannya mendampingi orang yang terdampak.

Apakah respons saya kepada orang ini sesuai dengan kebutuhannya, atau terutama dipengaruhi oleh perasaan saya terhadapnya?

D. Tantangan dari luar

Berjaga terhadap bahaya dan periksa arah kepemimpinan (Kisah Para Rasul 20:29-32 dan 2 Timotius 4:2-5).
Paulus memakai gambaran λύκοι βαρεῖς (lykoi bareis), serigala-serigala ganas, untuk ancaman yang akan masuk dan merusak kawanan. Ia juga memperingatkan bahwa dari kalangan para pemimpin sendiri akan muncul orang yang ingin menarik murid-murid ὀπίσω ἑαυτῶν (opisō heautōn), untuk mengikuti diri mereka sendiri. Karena itu Paulus berkata γρηγορεῖτε (grēgoreite), berjaga-jagalah. Kewaspadaan dalam perikop ini disertai nasihat pribadi dengan air mata dan kepercayaan kepada Allah serta firman kasih karunia-Nya.

Harga yang dibayar adalah kesediaan kehilangan dukungan demi kesetiaan kepada Kristus.

Jika kritik mengungkap kesalahan kita, perbaikilah. Jika suatu ajaran membelokkan jemaat dari Injil, jelaskan letak penyimpangannya dengan sabar dari Alkitab.

Peringatan Paulus juga menguji diri kita sendiri. Jika orang semakin bergantung pada persetujuan gembalanya dan semakin sulit mengambil keputusan berdasarkan firman, arah pembinaan itu perlu diperiksa.

Apakah melalui kepemimpinan saya jemaat semakin sanggup mendengar dan menaati Kristus?

3. Penguatan

Gembala jemaat juga dipelihara oleh Gembala Agung (1 Petrus 5:4, 7 dan Ibrani 13:20-21).
Petrus menyebut Yesus ἀρχιποίμενος (archipoimenos, bentuk dalam ayat 4), Gembala Agung. Pengharapan para penatua diarahkan kepada kedatangan-Nya. Beberapa ayat kemudian, Petrus mengajak umat menyerahkan kekhawatiran kepada Allah karena Ia memelihara mereka. Ibrani 13:20-21 menutup dengan doa agar Allah, yang membangkitkan Yesus Sang Gembala Agung, memperlengkapi umat-Nya untuk melakukan kehendak-Nya.

Gembala yang sedang letih dapat membawa kelemahannya kepada Tuhan yang memanggil, memelihara, dan memperlengkapinya.

Komitmen minggu ini
Pilih satu dari empat tantangan di atas. Tuliskan satu tindakan yang akan Saudara lakukan, siapa yang akan Saudara libatkan, dan kapan Saudara akan menindaklanjutinya. Bawalah komitmen itu dalam doa bersama seorang rekan gembala.

JANGAN PERNAH MENYERAH MAJU TERUS DAN TETAP SEMANGAT

Penulis: Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th. (Gembala Jemaat GBI Mawar Sharon Harapan Indah, Dir. Pascasarjana STT Bethesda, Ketua Bamagnas Bekasi, Pimpinan Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *