Sumpah Pemuda 2026, Pdt. Ronald Stevly Onibala Ajak Generasi Muda Bekasi Rawat Persatuan dan Berkarya bagi Negeri

REPORTASEBEKASI.ID, KOTA BEKASI | Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, membangun karakter, dan mendorong generasi muda mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa. Pesan tersebut disampaikan Pdt. Ronald Stevly Onibala, M.Pd.K., M.Th., di sela-sela perayaan Hari Sumpah Pemuda di SMA Galatia Bekasi, Rabu (28/10/2026).

Foto Ronald S. Onibala (pakaian nuansa Bali) bersama Staf Guru SMA Galatia (28/10/2026).

Menurut Ronald, semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan atau sekadar menghafal ikrar yang diwariskan para pendahulu. Nilai persatuan harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kesediaan bekerja sama, serta kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia berharap generasi muda di Kota Bekasi mampu menjadi penggerak perubahan yang menjaga kebinekaan sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun Indonesia. Generasi muda harus berani mengambil bagian dalam kehidupan bangsa melalui pendidikan, prestasi, pelayanan, dan tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama,” ungkap Ronald di sela-sela perayaan tersebut.

Sebagai seorang pendidik yang berinteraksi langsung dengan siswa, Ronald menilai bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif apabila memperoleh pendampingan, keteladanan, dan ruang untuk berkembang. Kedekatannya dengan dunia pendidikan membuatnya melihat bahwa pembentukan karakter tidak cukup dilakukan melalui nasihat, tetapi perlu diwujudkan dalam praktik sehari-hari, seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, penghargaan terhadap perbedaan, dan kepedulian sosial.

“Anak-anak muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan dan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi. Mereka juga perlu memiliki karakter yang kuat, mampu membedakan informasi yang benar dan keliru, serta bijaksana dalam menggunakan media sosial. Kemajuan teknologi harus menjadi sarana untuk berkarya dan membangun persaudaraan, bukan menyebarkan kebencian atau memperbesar perpecahan,” ujarnya.

Foto Ronald S. Onibala bersama mahasiswa STT Bethesda Bekasi (28/10/2026).

Pandangan tersebut disampaikan Ronald yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Bidang Akademik STT Bethesda Bekasi. Menurutnya, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus matang secara moral dan spiritual. Pendidikan perlu memberikan ruang bagi siswa dan mahasiswa untuk berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, serta memahami tanggung jawabnya sebagai warga negara.

Di tengah keberagaman masyarakat Kota Bekasi, Ronald juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antarkelompok masyarakat. Ia memandang bahwa semangat kebangsaan perlu diwujudkan melalui dialog, kerja sama, dan penghormatan terhadap perbedaan agama maupun budaya. Dalam perspektif iman Kristen, nilai kasih kepada sesama harus tercermin dalam tindakan yang menghargai martabat manusia dan mendukung kehidupan bersama yang damai.

Sebagai Gembala GBI Gracia Harapan Indah Bekasi, ia berharap gereja tidak hanya berperan dalam pembinaan spiritual, tetapi juga aktif membangun kesadaran kebangsaan dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda. Kolaborasi antara gereja, sekolah, keluarga, perguruan tinggi, dan pemerintah diperlukan agar anak muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi sekaligus terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ronald sendiri masih aktif mengajar Pendidikan Agama Kristen di SMA Galatia Bekasi. Perannya sebagai guru membuatnya tetap berinteraksi langsung dengan generasi muda dan memahami pentingnya pendidikan yang mengintegrasikan pengetahuan, iman, dan karakter. Ia berharap momentum Sumpah Pemuda dapat mendorong siswa untuk tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan keberanian mengambil tanggung jawab bagi masa depan bangsa.

Menutup pesannya, Ronald mengajak generasi muda menjadikan Sumpah Pemuda sebagai inspirasi untuk menghasilkan karya nyata. Menurutnya, masa depan Indonesia membutuhkan anak muda yang tidak mudah terprovokasi, mampu menghargai perbedaan, berintegritas, dan bersedia bekerja sama melampaui batas-batas identitas. Ia berharap semangat persatuan yang diperingati setiap 28 Oktober terus hidup dalam kehidupan sehari-hari, sehingga generasi muda Kota Bekasi dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *