STT Bethesda Bekasi Rayakan Sumpah Pemuda 2026, Teguhkan Iman dan Semangat Berkarya bagi Negeri

REPORTASEBEKASI.ID, KABUPATEN BEKASI | Sekolah Tinggi Teologi (STT) Bethesda Bekasi memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026 melalui upacara dan berbagai kegiatan interaktif yang berlangsung khidmat, penuh sukacita, serta semangat kekeluargaan. Mengusung tema “Bersatu dalam Iman, Berkarya untuk Negeri”, kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai persatuan dan nasionalisme kepada mahasiswa sebagai calon hamba Tuhan dan guru Pendidikan Agama Kristen (PAK), Rabu (28/10/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan Sumpah Pemuda yang dilaksanakan di dalam ruangan, dengan Alfrind H. Takasowa, M.Th., selaku Ketua Program Studi Teologi sebagai pembina upacara. Meskipun tidak diselenggarakan di lapangan terbuka, upacara berlangsung khidmat dan penuh penghormatan terhadap makna historis Sumpah Pemuda sebagai tonggak persatuan bangsa Indonesia. Suasana tersebut memperlihatkan bahwa nilai perjuangan dan kebangsaan tidak bergantung pada kemegahan acara, tetapi pada kesungguhan dalam menghayati maknanya.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STT Bethesda Bekasi, Ronald Stevly Onibala, M.Pd.K., M.Th., menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki keseimbangan antara iman, pengetahuan, karakter, dan tanggung jawab kebangsaan.

“Peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa iman dan cinta tanah air harus berjalan beriringan. Sebagai calon hamba Tuhan dan guru Pendidikan Agama Kristen, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan nilai kasih, persatuan, integritas, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat, bergereja, dan berbangsa.”, sebutnya.

Tema perayaan tersebut juga diperkuat dengan firman Tuhan dari 1 Korintus 15:58: “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” Pesan Alkitab ini mengingatkan mahasiswa agar tetap teguh dalam iman, tekun dalam panggilan, serta bersedia memberikan kontribusi nyata bagi sesama. Dalam konteks kebangsaan, keteguhan iman tidak seharusnya membatasi kepedulian terhadap masyarakat yang beragam, tetapi justru mendorong tumbuhnya sikap menghormati perbedaan dan memperjuangkan kebaikan bersama.

Setelah upacara, perayaan dilanjutkan dengan beragam kuis menarik yang disambut antusias oleh mahasiswa. Kegiatan ini menghadirkan suasana ceria sekaligus mempererat hubungan antarmahasiswa melalui pembelajaran yang interaktif. Selain menjadi sarana hiburan edukatif, kuis tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun kebersamaan, sportivitas, dan semangat berpartisipasi. Dengan demikian, peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya disampaikan melalui pesan formal, tetapi juga dihidupi melalui pengalaman kebersamaan di lingkungan kampus.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I Bidang Akademik, Ronald Stevly Onibala, M.Pd.K., M.Th.; Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Kiem Rindu, M.Th., M.Pd.K.; serta Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kepegawaian (BAAK), Nurhaida Napitupulu, S.Kom., M.Th. Kehadiran jajaran pimpinan ini mencerminkan dukungan institusi terhadap pembinaan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, tanggung jawab sosial, dan kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Meskipun diselenggarakan secara sederhana, perayaan Sumpah Pemuda di STT Bethesda Bekasi berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kekeluargaan. Kesederhanaan tersebut justru menegaskan bahwa esensi peringatan terletak pada nilai yang ditanamkan dan komitmen yang dibangun. Bagi calon hamba Tuhan dan guru PAK, persatuan bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk menghadirkan keteladanan, merawat kerukunan, serta melayani masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, STT Bethesda Bekasi berharap semangat persatuan terus bertumbuh dalam kehidupan mahasiswa dan diwujudkan melalui karya nyata di gereja, dunia pendidikan, dan masyarakat. Semangat “Bersatu dalam Iman, Berkarya untuk Negeri” menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita bangsa melalui pelayanan yang berintegritas, pendidikan yang membangun, dan kepedulian terhadap kehidupan bersama. Dengan demikian, Sumpah Pemuda tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi menjadi inspirasi untuk membangun Indonesia yang lebih bersatu dan bermartabat.

Reporter: Ida

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *